Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi kembali melenggang ke pengadilan meski masih merasa sakit, hari ini, Selasa (14/9).

Reuters melaporkan, menurut pengacaranya, Suu Kyi tampak lega saat kembali ke persidangan. Namun dia juga berkata bahwa kliennya masih, “agak pusing.”

Lihat Juga :

Bukan Afghanistan, AS Waspada Ancaman Teroris dari 4 Negara

Sebelumnya, perempuan 76 tahun itu tak bisa menghadiri persidangan lantaran sakit, Senin (13/9) kemarin. Suu Kyi disebut merasa pusing, bersin-bersin, dan mengantuk.

Pengacara Suu Kyi, Min Min Soe, mengatakan kliennya mabuk kendaraan setelah pertemuan prasidang dengan tim hukumnya.
“Dia tak pergi ke manapun menggunakan mobil dalam dua bulan terakhir. Itu sebabnya dia merasa mabuk kendaraan hari ini,” kata Min kepada AFP.
“Dia bilang, dia (Suu Kyi) harus ke rumah sakit agar layak istirahat. Kami sangat mengkhawatirkan kesehatannya,” lanjut Min.

Lihat Juga :

Kasus Covid-19 China Naik Lagi Hampir 2 Kali Lipat Sehari

Kepala tim hukum Suu Kyi, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kliennya tak bisa menghadiri sidang dan hakim menyetujuinya.
“Dia sepertinya sakit, bersin-bersin dan bilang mengantuk. Karena itu pengacara hanya berbicara sebentar dengannya,” kata Maung Zaw kepada Reuters via pesan teks, Senin (13/9).
Suu Kyi menghadapi serangkaian dakwaan yang dapat membuat dirinya dijebloskan ke penjara selama lebih dari satu dekade.
Jauh sebelum rangkaian tuduhan terhadap Suu Kyi dilancarkan, junta militer mengambil alih paksa kekuasaan dari pemerintahan yang sah pada 1 Februari lalu.
Mereka menahan pejabat tinggi negara, termasuk Suu Kyi selaku penasihat negara, presiden dan wakil presiden Myanmar. Pasukan itu juga tak segan membunuh siapa saja yang menentangnya. Sejauh ini tercatat ada 1.080 warga sipil yang tewas di tangan junta.
Junta militer lalu menuduh Suu Kyi melanggar aturan pembatasan Covid-19 selama Pemilu November lalu, dugaan impor walkie-talkie secara ilegal, tuduhan penghasutan, melanggar undang-undang kerahasiaan negara dan terbaru soal dugaan korupsi.

Lihat Juga :

Indonesia Beri Bantuan Rp42,7 Miliar untuk Afghanistan

Juli lalu, sidang lanjutan atas tuduhan terhadap Suu Kyi digelar. Sayangnya wartawan tak diizinkan mengikuti jalannya persidangan.
Di sidang kala itu, dua saksi penuntut juga gagal hadir.
Sidang lanjutan kasus itu sempat tertunda karena Covid-19 yang melonjak di Myanmar. Sidang itu seharusnya digelar pada hari ini, Senin (13/9). Namun, karena Suu Kyi sakit, sidang kembali ditunda. Hingga akhirnya hari ini sidang itu kembali digelar.

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *